12 Hewan Ternak di Kudus Terpapar PMK, Satu Ekor Sapi Mati

Peninjauan hewan ternak di Kabupaten Kudus (Foto : Istimewa)

KUDUS – Setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengkonfirmasi 8 sapi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Kini penyebaran PMK yang menyerang hewan ternak di Kudus bertambah menjadi 12 ekor. Bahkan satu ekor sapi dilaporkan mati.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Agus Srtiawan menyatakan, penyebaran PMK pada sapi bertambah menjadi 12 ekor. Tetapi lokasinya masih berada di tiga desa. Yaitu Desa Ternadi, Menawan, dan Karangbener.

Sementara satu ekor sapi dinyatakan telah tewas. Akibat penanganan yang terlambat dan tidak kuat menahan penyakit tersebut.

Bacaan Lainnya

“Itu lokasinya di Desa Karangbener (Sapi mati, Red) dari enam sapi satu mati dan lima tidak. Kondisinya saat ini kelima sapi itu mengarah ke sembuh,” katanya.

Lebih lanjut, pihak dinas tetap melakukan traking dan antisipasi penyebaran. Sekitar puluhan sapi di Kudus dari laporan dinyatakan sapi sedang sakit. Namun belum bisa dijadikan acuan terkena PMK.

Antisipasi yang dilakukan saat ini adalah mengkontrol kesehatan sapi secara rutin dua hari sekali. Pengecekan dan pemantauan kesehatan pada sapi ini dilakukan hingga 14 hari lamanya.

Dinas pertanian dan pangan memberikan vitamin sekaligus antibiotik pada sapi yang terkena PMK. Maupun sapi yang mengarah ke PMK.

“Sapi dan kandang disemprot disinfektan dicampur dengan cuka. Jadi sapi yang sakit harus diisolasi dari yang lain,” katanya.

Pada Minggu (29/5) ini, Dinas Pertanian dan Pangan melakukan pengecekan di Pasar Hewan Kudus. Pemantauan hewan ternak yang masuk Kudus diawasi dan diperketat.

Agus menyatakan, pedagang dari daerah rawan PMK sudah tidak masuk ke pasar. Saat ini pasar hanya dipadati oleh pedagang lokal saja.

Baca :  Tinjau Program Gemas PT Djarum, Inayah Harap Bisa Diadopsi Perusahaan Se-Indonesia