Atasi Persolan Sampah di TPA Tanjungrejo, Pj Bupati Kudus Pilih Pengadaan Alat Berat dalam APBD Perubahan 2024

Kondisi alat berat milik Dinas PKPLH Kudus yang beroperasi mengurai sampah di TPA Tanjungrejo Kudus pada akhir Juni 2024. (ZONANEWS.ID)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Sebagai upaya mengatasi permasalahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memilih untuk pengadaan alat berat dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Perubahan tahun anggaran 2024.

Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie menilai, permasalahan sampah yang terjadi di TPA Tanjungrejo bisa terjadi karena alat berat yang beroperasi mengurai sampah sedang rusak.

Alat berat yang hanya ada 2 itu sudah usang dan tidak bisa beroperasi dengan maksimal. Untuk itu, Hasan menilai harus ada alat berat baru yang harus difungsikan dalam mengurai sampah-sampah yang datang ke TPA tiap harinya.

Bacaan Lainnya

“(APBD) Perubahan 2024 ini kita request alat baru, supaya proses geser (urai) sampah bisa berjalan dengan baik, termasuk juga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,” ujar Hasan usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kudus pada Jumat, 28 Juni 2024.

Selama alat berat yang dioperasikan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus mengalami kerusakan, alat berat berupa ekskavator milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus telah dipimjamkan untuk digunakan mengurai sampah yang masuk.

Tapi menurut Hasan, tidak selamanya ketika alat rusak bisa pinjam, sehingga memang perlu untuk pengadaan alat baru.

Terlebih dirinya juga menyadari bahwa antrean truk sampah yang masuk ke TPA bisa terjadi karena alat berat yang beroperasi mengurai sampah tidak bekerja maksimal.

Baca :  Dekati Akhir Tahun, Realisasi Anggaran Disnakerperinkop Kudus Masih Paling Rendah

“Pinjam terus gak bisa juga, masak setiap kali rusak pinjam terus, harus ada alat baru, kalau tidak begitu ini akan terus berulang,” katanya.

Di samping itu, Hasan menyampaikan, penyelesaian masalah membututuhkan kolaborasi semua pihak, salah satunya dimulai dari lingkup keluarga.