Batuk Tidak Kunjung Sembuh? Waspada Penularan TBC yang Rawan Menjangkit Kelompok Usia Produktif

Kepala DKK Kudus, dr. Andini Aridewi. (MIA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kesehatan menjadi aset utama untuk terus menjalani aktivitas sehari-hari. Terlebih, bagi kelompok usia produktif yang kesehariannya menjalani aktivitas bekerja.

Meski sudah menjaga kesehatan tubuh melalui gaya hidup sehat, tak jarang seseorang tetap terjangkit penyakit. Terutama yang menjangkit lewat penularan droplet, seperti tuberkulosis (TBC).

TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC dapat menyerang organ tubuh mana saja, namun biasanya menyerang paru-paru.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Andini Aridewi menerangkan bahwa TBC dapat ditularkan melalui udara saat pengidapnya batuk atau bersin.

Gejala tertular TBC, di antaranya, batuk berkepanjangan, batuk yang diobati tetap tidak sembuh, batuk keluar darah, keluar keringat dingin malam hari, hingga penurunan berat badan.

“Diagnosis pastinya dilakukan dengan pemeriksaan dahak melalui Tes Cepat Molekular atau TCM,” ujar dr. Andini.

Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penulara penyakit, lanjut dr. Andini, yakni dengan memakai masker, tidak berganti alat makan, dan input gizi cukup dengan protein tinggi.

Bagi yang sudah memiliki gejala juga diimbau untuk bijak untuk menerapkan etika ketika batuk. Seperti menutup hidung dan mulut, sering cuci tangan, hingga memakai masker.

“Karena penularan seperti covid-19 melewati droplet, jadi etika seperti covid-19 bisa diterapkan untuk kasus TBC ini,” tandasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki DKK Kudus, banyak ditemukan dari kelompok usia produktif yang terjangkit TBC di Kota Kretek. Yakni rentang usia 15-64 tahun.