Bawaslu Pastikan Kegiatan Minum Susu Bareng oleh Siswa SMK di Kudus Bukan Kampanye

Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus Moh Wahibul Minan selepas memantau kegiaatan minum susu bareng oleh seribuan siswa-siswi sekolah di Kabupaten Kudus, Rabu, 29 November 2023. (NILA)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus memastikan kegiatan minum susu bareng yang dilakukan sekitar 1.500 orang siswa-siswi SMK Assa’idiyah Kudus bukanlah kegiatan kampanye, Rabu, 29 November 2023.

Dari pantauan zonanews.id di lokasi, kegiatan yang berlangsung di area Makam Mbah Hamzah Krapyak, Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, terlihat siswa-siswa mendapat sekotak makan siang yang dilengkapi susu segar. Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan juga terlihat memantau berjalannya kegiatan siang ini.

Dalam kegiatan itu terpampang spanduk dengan gambar kartun mirip pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, lengkap dengan dua jari dan tulisan GEMOY. Termasuk narasi bertulis Makan Siang dan Minum Susu ditambah gambar sekotak makanan dan susu segar.

Bacaan Lainnya

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, sebelumnya ia mendapat informasi bahwa ada kegiatan minum susu bareng Prabowo di salah satu lingkungan pendidikan, yakni sekolah.

Pihaknya pun langsung datang ke lokasi untuk memantau dan memastikan. Mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, Minan memastikan bahwa kegiatan yang ada bukanlah kampanye.

“Dari info yang saya terima itu ada kegiatan minum susu bareng Prabowo di lingkungan sekolah, jadi saya memastikan ada tidaknya kampanye. Dari yang disampaikan sama sekali tidak menemukan unsur ajakan, menyebut nama juga tidak, kegiatannya istighosah, dzikir, dan doa,” jelas Minan selepas kegiatan.

Kemudian saat disinggung mengenai spanduk yang ada di kegiatan tersebut, Minan mengatakan bahwa hal tersebut tidak menjadi permasalahan.

Baca :  Prakiraan Cuaca Kudus 4 Agustus 2022: Cerah Berawan

“Spanduk tidak menjadi persoalan. Definisi kampanye ada ajakan, itu (spanduk) tidak ada ajakan sama sekali,” terangnya.

Termasuk lokasi yang digunakan, Minan memastikan bahwa area tersebut sudah tidak menjadi bagian dari sekolah. Area makam memiliki pembatas tersendiri dengan area sekolah.