Bukan Hanya Mendaki, Pegiat Konservasi hingga DPRD Jateng Ajak Pendaki Lestarikan Alam Muria

Sarasehan bertema "Sinergi Pendaki dan Konservasi Pegunungan Muria" di Joglo Migunani di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus pada Sabtu, 12 Juli 2025. (ZONANEWS.ID)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Melihat keindahan alam dari dataran tinggi menjadi daya tarik banyak orang untuk berbondong-bondong mendaki gunung. Termasuk melihat indahnya alam Gunung Muria dari beberapa puncak, seperti Puncak Natas Angin hingga Puncak 29 di Kabupaten Kudus.

Merespon makin banyaknya orang yang mendaki Gunung Muria, Penggiat Konservasi Muria (Peka Muria) menggelar sarasehan bertema “Sinergi Pendaki dan Konservasi Pegunungan Muria” di Joglo Migunani di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut ada Fawwaz, Budi Kusriyanto dari Asosiasi Gunung Indonesia, Teguh Budi Wiyono sebagai Ketua Peka Muria, dan Arif Wahyudi seorang anggota DPRD Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Total ada sekitar 80 orang yang diundang dalam kegiatan ini. Mulai dari komunitas pecinta alam, pegiat konservasi, hingga perwakilan dari desa-desa yang ada di lereng Gunung Muria Kudus, seperti Desa Colo, Japan, Ternadi, Rahtawu, dan Menawan.

Teguh Budi Wiyono menyampaikan, sarasehan ini menjadi salah satu agenda Peka Muria dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2. Melalui kegiatan ini, Peka Muria mengajak semuanya untuk menjaga alam Gunung Muria.

“Baik itu tentang bagaimana cara merawat Gunung Muria, dijaga, dilindungi, merawat mata air, reboisasi, hingga konservasi. Termasuk tentang sekolah alam,” ungkap Teguh.

Sejak dibentuk pada 12 Juli 2023 lalu, Peka Muria terus berusaha menjaga alam Gunung Muria tetap asri. Penanam pohon di lahan kritis terus dilakukan untuk memulihkan air. Termasuk merawat sumber air yang masih ada sampai saat ini.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, masih ada beberapa satwa endemik yang hidup di Gunung Muria. Seperti Macan Tutul Muria hingga Elang Jawa.

“Macan Tutul Muria ada 14 individu dewasa. Kalau Elang Jawa tahun kemarin ada 8 titik. Karena Elang Jawa hidupnya berpasangan, jika ditemukan 8 titik dengan individu berbeda, diperkirakan ada 16 individu Elang Jawa di Gunung Muria,” ungkap Teguh.

Untuk itu, ia mengajak semua orang untuk menjaga alam Gunung Muria. Salah satunya dengan tidak naik gunung ketika musim penghujan. Selain rawan terpeleset karena tanah basah, juga bisa merusak jalur.