Bupati Kudus Membuka Diri Terhadap Kritik dan Saran yang Membangun

Bupati Kudus HM Hartopo saat memberikan sambutannya dalam kegiatan Tarhima di Masjid Jami' Al-Ma'mur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kamis 30 Maret 2023. (DISKOMINFO KUDUS)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Usai melaksanakan ibadah salat Isya dan tarawih berjamaah di Masjid Jami’ Al-Ma’mur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kamis 30 Maret 2023, Bupati Kudus HM Hartopo menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis. Di antaranya bantuan sarpras peribadatan untuk Masjid Jami’ Al-Ma’mur dan Masjid Raudlotul Jannah Desa Jepang dengan total 200 juta rupiah, serta bantuan pendidikan keagamaan untuk MI NU Matholiul Falah sebesar 75 juta rupiah.

Selain itu, juga diserahkan pentasyarufan dana ZIS dari Baznas kepada Ibu Supiah Desa Jepang dengan jenis bantuan peralatan usaha senilai 1,5 juta rupiah, santunan kematian se-Kecamatan Mejobo bulan Februari sebanyak 11 orang masing-masing 1 juta rupiah dengan total 11 juta rupiah, penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan berupa santunan kematian yang diterima ahli waris Rofiqo Rahmawati sebesar 42 juta rupiah, dan santunan yatim piatu pada 452 anak masing-masing 250 ribu rupiah dengan total 113 juta rupiah.

Selepas penyerahan, pihaknya menyempatkan diri bersua dengan para jemaah. Menurutnya, hal itu bagian dari mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Kudus, khususnya penduduk Desa Jepang, Mejobo.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah usai menyerahkan bantuan, kita sempatkan diri bersua mempererat tali silaturahmi dengan jemaah,” katanya.

Umur panjang dan kesehatan yang didapat saat ini merupakan anugerah yang diberikan Allah, sehingga bisa melaksanakan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh jemaah agar memanfaatkan momentum dengan banyak beribadah.

“Mari manfaatkan momentum di bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah dan amalan-amalan untuk mendapatkan keberkahan,” ajaknya.

Terkait hibah yang diberikan, Hartopo mengakui memang belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Semua karena anggaran yang dimiliki dialihkan untuk penanganan Covid-19 yang terjadi selama ini.

“Hibah yang kita berikan memang tidak sesuai harapan. Karena selama 3 tahun kita dihajar Covid sehingga anggaran masih digunakan untuk penanganannya,” jelasnya.