Ciri, Penularan, Gejala, Pengobatan Cacar Monyet atau Monkeypox

Ilustrasi cacar monyet. (Pixabay.com)

ZONANEWS.ID – Cacar monyet atau monkeypox baru-baru ini ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Setidaknya dari laporan terakhir WHO, telah ada 74 negara yang terinfeksi virus cacar monyet.

Sementara secara global, sejauh ini ada 16.016 kasus cacar monyet dimana 4.132 di antaranya dalam seminggu terakhir.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia.

Lalu apa itu cacar monyet atau monkeypox? Bagaimana ciri-ciri, penularan, diagnosis hingga penyembuhannya?

Berikut penjelasan singkat yang dirangkum Zonanews.id dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis).

Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar ini dinamakan ‘monkeypox’.

Di Afrika, infeksi monkeypox telah ditemukan pada banyak spesies hewan, diantaranya monyet, tikus Gambia dan tupai. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus).

Monkeypox dapat ditularkan oleh virus ke manusia dari hewan seperti monyet dan hewan pengerat (rodent) melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yg terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi (bush meat).

Sementara penularan antar manusia terjadi melalui kontak dengan sekresi pernapasan, lesi kulit dari orang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi.

Tenaga kesehatan, orang yang tinggal serumah dan kontak erat lain merupakan orang yang berisiko tinggi.

Penularan juga terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin atau kontak selama persalinan. Penularan seksual masih belum jelas sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan.

Virus monkeypox dapat ditularkan ke manusia ketika ada kontak langsung dengan hewan terinfeksi (gigitan atau cakaran), pasien terkonfirmasi monkeypox, atau bahan yang terkontaminasi virus (termasuk pengolahan daging binatang liar).

Masuknya virus adalah melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut).

Infeksi monkeypox dimulai masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) monkeypox biasanya 6 – 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 – 21 hari.

Gejala yang timbul diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung nyeri otot dan lemas. Limfadenopati dapat dirasakan di leher, ketiak atau selangkangan.