Dua Desa di Kudus Terima Bantuan Insinerator Berteknologi IoT dari Djarum Foundation

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris (kiri) bersama perwakilan Bakti Lingkungan Djarum Foundation mencoba insinerator di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada Senin, 23 Juni 2025. (ZONANEWS.ID)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Sebanyak dua desa di wilayah Kabupaten Kudus menerima bantuan alat insinerator pada Senin, 23 Juni 2025. Alat tersebut berguna untuk membakar sampah pada suhu tinggi untuk mengurangi volume dan bahayanya.

Adapun alat tersebut merupakan bantuan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) untuk Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati dan Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Sampah-sampah dari rumah tangga yang terkumpul nantinya akan dipilah oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Kemudian, residu sampah akan dibakat menggunakan insinerator bersuhu tinggi dengan kapasitas 300-375 kilogram sampah per jam.

Bacaan Lainnya

Alat ini pun telah dilengkapi fitur Internet of Things (IoT), memungkinkan operasional pembakaran sampah terpantau secara digital.

Direktur Program BLDF, Jemmy Chayadi, menjelaskan bahwa Desa Jati Kulon dan Kedungdowo dipilih karena kesiapan infrastruktur mereka. Mulai dari kesadaran masyarakat, kesiapan desa, hingga ketersediaan lahan untuk pengelolaan sampah menggunakan insinerator.

Ia berharap bantuan ini tidak hanya memangkas biaya operasional tinggi, tetapi juga memantik komitmen masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.

“Kuncinya adalah pilah sampah sejak tingkat rumah tangga, sehingga sinergi multi pihak akan terus berlanjut untuk pengentasan sampah di perkotaan demi keberlanjutan lingkungan,” ujar Jemmy.

Ia menekankan bahwa insinerator hanyalah alat, kesadaran masyarakat adalah kunci utama optimalisasi pengelolaan sampah.