Empat Desa di Kudus Alami Kekeringan, BPBD Mulai Dropping Air Bersih

Ilustrasi. BPBD Kabupaten Kudus dropping air di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. (MIA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Sejumlah desa di Kabupaten Kudus mulai mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih akibat cuaca ekstrem yang terjadi. Dropping air bersih mulai diterjunkan untuk wilayah yang kekeringan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Junaedi menyebut, hingga Kamis, 31 September 2023, sudah ada 4 desa di Kudus yang dilaporkan kekurangan air.

Empat desa tersebut tersebar di dua kecamatan, meliputi satu desa di Kecamatan Jekulo yakni Desa Gondoharum. Lalu, tiga desa di Kecamatan Kaliwungu yakni Desa Gamong, Desa Setrokalangan, dan Desa Kedungdowo.

Bacaan Lainnya

“Dampak kekeringan sejauh ini ada 4 desa yang melapor,” ujar Junaidi, saat ditemui dalam giat dropping air di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, pada Kamis, 31 Agustus 2023 kemarin sore.

Dropping air sendiri, lanjut Junaidi, telah dilakukan sejak Minggu, 24 Agustus 2023 kemarin. Dropping air dilakukan dua hari sekali, menggunakan dua armada yang diterjunkan ke wilayah desa yang mengalami kekurangan air.

“Tiap hari kita siapkan 2 truk tangki (air), kalau 2 hari sekali dropping 2000 sampai 4000 liter, Kalau ini tambah ya sekitar 5000 sampe 6000 liter untuk desa-desa yang kekurangan air,” tambahnya.

Junaidi melanjutkan, di Desa Setrokalangan sendiri, pihaknya telah melakukan dropping air untuk sebanyak 70 keluarga yang terdampak kekeringan. Total ada sekira 280 jiwa yang mendapatkan bantuan air bersih tersebut.

“Di Setrokalanhan ada 60 KK (kartu keluarga) untuk 240 jiwa di RW 2, untuk RW 1 kita tandon dan sudah kita drop kesana sekitar 10 KK untuk 40 jiwa,” tambahnya.

Baca :  Ngopi Asyik Sambil Baca Buku di Warkoba Kudus

Sementara itu, Kepala Urusan (KAUR) Pelaksana dan Pelaporan Pemerintah Desa (Pemdes) Setrokalangan, Indra Wirawan menambahkan, ada 5 rukun tetangga (RT) yang terdampak kekeringan di wilayah desa setempat.

Kekeringan sendiri terjadi sekitar 2 minggu yang lalu, dimana sumur-sumur yang berada di wilayah setempat kering atau tidak keluar air. Sehingga, pihaknya melapor ke BPBD Kudus untuk segera mendapatkan dropping air.

“(Kekeringan) hampir 2 minggu, ini di drop air sekitar 4 hari yang lalu, memang sini langganan (kekeringan),” katanya, Kamis, 31 Agustus 2023.

Pihaknya menyebut  ada tiga tandon yanh tersedia di RW 1 Desa Setrokalangan untuk menampung dropping air bersih. Setiap tandon memiliki daya tampung yang bervariasi, mulai 500 hingga 2.200 liter per tandonnya.

“Ini sudah 4 hari di dropping, karena bergilir dengan PMI,” tandasnya. ***