Gagas Inovasi SIRANUM, Pemcam Dawe Kudus Amankan Dokumen Administrasi Pelayanan dalam Bentuk Digital

Aksi Perubahan SIRANUM yang digagas oleh Pemerintah Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Dawe, Kabupaten Kudus menggagas inovasi SIRANUM, yang merupakan akronim dari Digitalisasi Laporan Administrasi Pelayanan Umum bagi masyarakat di wilayah setempat.

Inovasi SIRANUM bertujuan untuk mendokumentasikan berbagai jenis arsip pelayanan secara elektronik. Seperti, surat keterangan tidak mampu (SKTM), surat waris, KIS, pindah penduduk, hingga proposal bantuan masyarakat.

Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Dawe, Fitriana Sari menyampaikan bahwa upaya mengarsipkan dokumen pelayanan umum telah dimulai sejak 2024 lalu. Dimana, ribuan SKTM warga di wilayah setempat telah tersimpan rapi dari google sheet.

Bacaan Lainnya

“Jadi bertahap, nanti mulai September (2025) untuk KIS,” ujar Fitriana, usai rapat koordinasi bersama stakeholder terkait Aksi Perubahan Kualitas Pelayanan Publik SIRANUM, di aula Kecamatan Dawe, Selasa, 22 Juli 2025.

Sebelum adanya SIRANUM, semua dokumen arsip tersimpan secara manual dalam bentuk lembaran kertas. Hal ini tentunya memakan banyak tempat dan rawan hilang. Oleh karena itu, digitalisasi dokumen ini dibuat agar dokumen secara praktis.

“Jadi kalau sewaktu-waktu ada warga yang membutuhkan kembali surat lama yang hilang, kami bisa cetakkan ulang karena sudah terdokumentasi lengkap,” lanjutnya.

Teknis digitalisasi dokumen kearsipan yang dilakukan yakni memanfaatkan google form. Setelah pengisian oleh petugas pelayanan, yang kemudian diunggah dalam google form, maka dokumen SKTM warga akan tersimpan dalam google sheet.

“Ini juga kita sinkronkan dengan web kecamatan, jadi grafiknya akan kelihatan untuk berapa jumlah permohonan SKTM oleh warga. Tapi data-data warga tetap aman,” tambahnya.

Inovasi SIRANUM ini pun telah disosialisasikan kepada masyarakat, namun untuk peluncuran resmi masih dijadwalkan. Rapat koordinasi bersama Dinas Dukcapil, Dinas Arpusda, Dinas Sosial, Akedemisi, Media, dan masyarakat umum.

“Harapannya dengan adanya dukungan dari stakeholder terkait, inovasi ini bisa menjadi percontohan, karena dampaknya terhadap kearsipan sangan positif dan memudahkan dalam pelayanan,” tandasnya. ***