KUDUS, ZONANEWS.ID – Menganggap dua kali pemilihan manajer Persiku tanpa konsultasi dan melibatkan KONI Kudus. Ketua KONI Imam Trianto meradang dan mengatakan, sudah benar bila Bupati tak bersedia menemui Suporter Macan Muria (SMM).
Sebab, yang paling bertanggungjawab dengan manajerial di Persiku adalah ASKAB, sebagai pihak yang menunjuk dan memberi SK bagi manajer Persiku Kudus.
Nasib tim sepak bola Kabupaten Kudus, Persiku semakin tidak jelas. Tim sepakbola yang sempat berjaya di tahun 2005-2006 itu kini masih setia berada di jajaran Liga 3 hingga saat ini.
Bahkan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pun semakin tak ingin ikut campur dan tak mau disalahkan dengan keadaan Persiku saat ini.
Beberapa waktu lalu, Kantor Bupati Kudus sempat digeruduk para Suporter Macan Muria (SMM). Mereka menuntut agar pihak Pemkab ikut bertanggungjawab memajukan Persiku.
Pemkab Kudus juga diminta untuk berusaha mencarikan sponsor agar nasib Persiku terjamin. Namun, hal itu tidak bisa diwujudkan karena Persiku masih berada di kasta Liga 3 yang terbentur regulasi.
Bupati Kudus HM Hartopo ketika dimintai keterangan terkait tuntutan SMM, mengaku bahwa para suporter yang berdemonstrasi ke Kantor Bupati itu salah alamat.
Pihaknya mengatakan, tanggungjawab dengan keadaan Persiku ada di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kudus. Sehingga, aksi demo tersebut seharusnya ditujukan untuk kedua organisasi ini.
Pihaknya juga menegaskan hubungan Pemkab dengan KONI hanya sebatas mitra saja, tidak lebih.
“Urusan kemajuan sepak bola, itu urusan KONI, urusan Askab, manajerial di sana,” ujarnya.
Bahkan bila KONI tidak bisa bertanggungjawab memajukan Persiku, Hartopo mempersilahkan pihak ketiga atau swasta untuk mengelola Persiku. Dengan tujuan sama yaitu seperti yang diharapkan para pecinta sepak bola Kudus, Persiku maju.
