KUDUS, ZONANEWS.ID – Ajang bergengsi Penerangan Agama Islam (PENAIS) Award 2025 yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI pada 23–26 Agustus 2025 di Jakarta, melahirkan sosok inspiratif dari Kabupaten Kudus.
Mc. Mifrohul Hana, yang akrab disapa Gus Gandrung, berhasil meraih Juara 1 (Terbaik) Tingkat Nasional kategori Penguatan Moderasi Beragama dalam ajang PENAIS Award 2024 dengan nilai 166,34.
Gus Gandrung mengungguli sembilan finalis lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia yakni Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Bali, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawei Tenggara dan DI Yogyakarta.
“Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan Jawa Tengah, tetapi juga bukti nyata bahwa inovasi, teknologi, dan spiritualitas dapat berjalan beriringan dalam dakwah,” kata Gus Gandrung, Rabu, 27 Agustus 2025.
Sejak 2017, Gus Gandrung konsisten menorehkan kontribusi intelektual melalui penerbitan 21 buku Moderasi Beragama. Buku-buku tersebut menjadi rujukan literasi dalam membumikan nilai toleransi, keberagaman, dan harmoni di tengah masyarakat.
Puncak inovasinya lahir pada 7 Januari 2022 dengan hadirnya Aplikasi SI GANDRUNG (Sistem Konsultasi Moderasi Beragama dan Resensi Buku Pejuang Agama). Aplikasi berbasis WhatsApp ini memadukan layanan konsultasi keagamaan digital dengan literasi resensi buku tokoh moderasi.
“Hingga kini, aplikasi tersebut telah diakses lebih dari 19.886 pengguna, sudah rating ulasan Bintang 5 dan menjadi ruang dakwah inklusif yang menjangkau masyarakat luas. Aplikasi ini bisa di download melalui Play Store,” bebernya.
Pada 2024, keberhasilan Pembuatan 21 Buku Karyanya dan Aplikasi SI GANDRUNG mengantarkan Kabupaten Kudus ditetapkan sebagai Lokasi Prototipe Moderasi Beragama Tingkat Nasional mewakili Jawa Tengah.
Tidak berhenti di ruang digital, gagasan Gus Gandrung berlanjut ke ranah sosial dengan pembangunan Ikon Kampung Moderasi Beragama di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus.
Kampung Moderasi Beragama ini merupakan sebuah laboratorium sosial berbasis empat pilar moderasi: komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan keragaman.
“Moderasi bukan hanya konsep, tapi jalan hidup yang perludijaga, dirawat, dan diwariskan, mulai dari desa, oleh rakyat, untuk Indonesia,” ujar Mc. Mifrohul Hana usai menerima penghargaan.
Kini, Gus Gandrung menjadi simbol penyuluh agama Islam yang mampu menghadirkan dakwah adaptif, berbasis teknologi, namun tetap berakar pada nilai spiritualitas.
Sosoknya diharapkan menjadi inspirator bagi generasi muda dalam berkarya, berjuang tanpa lelah, dan meniti karir dengan penuh dedikasi untuk bangsa.
Mc. Mifrohul Hana aktif mengikuti berbagai lomba penyuluh, dengan catatan sebagai berikut:
• 2018: Juara 2 Penyuluh Teladan Tingkat Jawa Tengah.
• 2019: Juara 2 Penyuluh Teladan Tingkat Jawa Tengah.
• 2022: Juara 1 PAI Award Provinsi Jawa Tengah, lalu Juara 1 Tingkat Nasional.
• 2023: Tidak lolos administrasi PAI Award Jateng.
• 2024: Juara 2 PAI Award Provinsi Jawa Tengah.
• 2025: Juara 1 Nasional PENAIS Award kategori Penguatan Moderasi Beragama. ***
