KUDUS, ZONANEWS.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus terus mendorong agar setiap pondok pesantren (ponpes) menerapkan program Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS).
Program PKPPS sendiri hampir mirip dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang merupakan program pendidikan non formal atau istilah familiar di masyarakat adalah kejar paket.
Namun, PKPPS sendiri merupakan program pendidikan khusus bagi santri yang belajar agama atau mengaji di pondok pesantren tersebut. Jadi, siswa yang “mondok” tidak perlu sekolah umum di luar pondok pesantren tersebut.
“Jadi ini itu semacam Ponpes memiliki sekolah sendiri, jadi santri yang mondok di ponpes itu ya akan belajar pengetahuan umum dari fasilitas ponpes itu, tidak sekolah di luar,” ujar Kasi Pendidikan Pondok Pesantren Kemenag Kudus, Sulthon, Sabtu, 4 Maret 2023.
Menurutnya, program PKPPS ini akan membantu Pondok Pesantren agar lebih efektif dalam mengontrol santri. Karena, santri tidak perlu ke luar pondok untuk mengenyam pendidikan umum.
“Jadi kalau ponpes punya PKPPS kan nanti bisa lebih efektif juga dalam kedisiplinan, santri juga tidak pecah konsentrasinya dalam mengaji atau belajar ilmu agama karena belajar di ponpes itu sendiri,” terangnya.
