Ketua DPRD Kudus Soroti Tunjangan untuk Imam hingga Marbot Masjid Tak Ada di RKPD 2024

Ketua DPRD Kudus Masan menyoroti terkait tunjangan untuk imam, khatib, hingga marbot masjid yang tidak muncul di RKPD Kudus tahun 2024. (NILA)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus Masan menyoroti tidak adanya tunjangan imam, khatib, hingga marbot masjid dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kudus tahun 2024.

Karena itu, saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) beberapa waktu lalu, DPRD Kudus tidak bisa mengalokasikan anggaran untuk imam hingga marbot masjid di 2024.

“Waktu rapat dengan Badan Anggaran kita mau ngasih anggaran tidak bisa karena di RKPD-nya sudah tidak muncul,” ungkap Masan, Jumat 18 Agustus 2023.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Masan pun mengungkapkan bahwa tunjangan untuk imam hingga marbot masjid tidak bisa dimunculkan dalam RKPD. Alasannya karena di sistem, RKPD telah terbentuk dan tunjangan tersebut tidak dicantumkan.

“Gak bisa dimunculkan, sistem kan sudah terbentuk, dan RKPD-nya kosong, gak ada. Kalau gak ada RKPD-nya, gak bisa kita berikan (anggaran tunjangan),” ungkapnya.

Sebagai salah satu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kudus dan termasuk dalam visi misi Bupati Kudus, Masan menilai bahwa tunjangan tersebut harus direalisasikan.

Pihaknya pun mempertanyakan pengawalan perumusan RKPD selama ini, hingga tunjangan untuk imam, khatib, dan marbot masjid bisa tidak muncul.

“Saya juga tidak tahu sistem pengawalannya seperti apa, kok di RKPD tidak muncul. Anggarannya itu hanya Rp3,5 miliar, ya bisa lah, bisa kita carikan. Tapi kalau RKPD tidak ada, ya tidak bisa kita berikan,” terang Masan.

Baca :  Disdukcapil Kudus Catat 2.315 Orang Belum Lakukan Perekaman E-KTP

Di samping itu Masan mencontohkan, tunjangan yang masuk dalam RKPD 2024 adalah TKGS (Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, TKGS di 2024 diberikan hanya 9 bulan dari yang awalnya 12 bulan.