Kinerja Moncer Samani-Bellinda dalam 90 Hari : Jalan Rusak hingga Stunting di Kudus Berhasil Ditekan

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. (Nila/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Bupati dan Wakil Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dan Bellinda Birton telah melalui 90 hari kerja sebagai pemimpin Kabupaten Kudus. Selama triwulan pertama ini, Sam’ani-Bellinda mencatatkan kinerja yang luar biasa.

Mengusung visi “Kudus Sehat” yakni Sejahtera, Harmoni, dan Takwa, Sam’ani-Bellinda mulai memberikan perubahan yang lebih baik untuk Kabupaten Kudus sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu.

Dari sisi infrastruktur, saat awal memimpin, Sam’ani-Bellinda dihadapkan dengan adanya 3.760 titik lubang jalan rusak di seluruh wilayah Kudus. Dengan cepat, sebanyak 2.535 titik jalan mampu tertangani dalam triwulan pertama kepimpinan. Tersisa 1.225 titik yang masih dalam proses penanganan.

Bacaan Lainnya

Kemudian terkait lampu penerangan jalan umum (LPJU), dari total 2.775 titik LPJU rusak, 1.070 titik berhasil tertangani dan tersisa 1.705 titik.

Di sisi pelayanan kesehatan, pada 20 Februari 2025 tercatat ada 2.488 anak stunting, 2.950 anak underweight atau kekurangan berat badan, dan 1.876 anak wasting.

Setelah 90 hari, sebanyak 421 anak yang stunting, 714 anak underweight, dan 237 anak wasting berhasil tertangani. Tersisa 2.067 anak stunting, 2.236 anak underweight, dan 1.639 anak wasting.

Selanjutnya dalam hal perizinan, Bupati-Wabup Kudus berhasil melakukan pengendalian pelakasanaan penananman modal, pelayanan perizinan car free day (CFD), kemudahan perizinan dan ketepatan waktu proses perizinan, serta transparansi biaya, tidak ada pungli dan gratifikasi.

Lalu dalam penanganan sampah, dari yang sebelumnya TPA Tanjungrejo overload dan tumpukan sampah dimana-mana, kini TPA Tanjungrejo sudah tertata, sistem pilah sampah sudah dilakukan, kerja sama pengolahan sampah dengan pihak swasta dengan sistem RDF dilakukan, dan teken MoU dengan Swedfun serta Kementerian PUPR.

Selama 90 hari kepemimpinan Sam’ani-Bellinda, strategi penanganan bencana juga telah disiapkan. Termasuk demi mewujudkan ketahanan pangan, Pemkab Kudus rutin memberikan bantuan beras, gerakan pasar murah, hingga pemantauan stok dan harga pangan. Pun sampai dengan April 2025, sebanyak 3.663 ton gabah petani telah terserap.