Musthofa Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Ingatkan Lebih Bijak Gunakan Media Sosial

Anggota MPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dr HM Musthofa menyelenggarakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Kudus yang berlangsung di Aula Balai Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Sosialisasi 4 pilar kebangsaan kembali diselenggarakan oleh anggota MPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dr HM Musthofa. Sosialisasi kali ini sasarannya adalah sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama (Toma dan Toga) di Kabupaten Kudus yang berlangsung di Aula Balai Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, beberapa waktu lalu.

Sosialisasi 4 Pilar ini juga dilaksanakan oleh seluruh anggota MPR, dengan maksud dan tujuan adanya tanggung jawab bersama dalam memberikan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa dan Ketetapan MPR kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Musthofa mengatakan bahwa sosialisasi 4 pilar merupakan tugas dan kewajibannya sebagai anggota MPR kepada masyarakat yang ada di daerah pemilihan atau dapilnya.

Bacaan Lainnya

“Karena memahami Pancasila tidak hanya sekedar sila-silanya saja, tapi juga sejarahnya yang diamanahkan oleh pendiri bangsa terdahulu,” kata Musthofa.

Lebih lanjut, Musthofa mengungkapkan bahwa tokoh masyarakat hingga tokoh agama merupakan salah satu kunci penggerak informasi yang digugu dan ditiru layaknya guru di sekolah-sekolah formal. Sehingga tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama yang saat ini menjadi suri tauladan di lingkungannya.

Musthofa mengungkapkan bahwa di era digital seperti sekarang ini, tantangan yang dihadapi tidak lagi satu arah, melainkan banyak arah termasuk melalui media sosial. Karenanya hal itu harus segera diimbangi dengan berbagai pendidikan karakter dan bimbingan dari orang terdekat.

“Saya berharap bimbingan kita mulai dari tataran tingkat keluarga sendiri dalam mengawasi putra putri kita pada saat memanfaatkan media sosial dengan benar. Serta memberikan pemahaman agar putra-putri kita tidak menjadi konsumen dan produsen berita berita hoak, apalagi ujaran kebencian dan perilaku yang mengarahkan kepada budaya intoleransi,” terang Musthofa.