Nestapa Penjual Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Dari Dagangan Sepi Hingga Dibentak Pembeli

Jajang Sofyan, Garut, Jawa Barat yang berdagang bendera merah putih di momen kemerdekaan RI ke 78. (Foto: Syim)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Menjadi pedagang kaki lima tak selalu menguntungkan. Ada kalanya, pedagang PKL di pinggir jalan juga mengalami suka dan duka.

Pedagang bendera di momen Agustusan salah satunya. Selain pembeli yang kadang sepi, ada kalanya mereka pernah dibentak pembeli. Alasannya sederhana, harga yang tak sesuai keinginan pembeli.

Hal itu yang dirasakan oleh Jajang Sofyan, warga asal Kabupaten Garut, Jawa Barat yang berdagang bendera merah putih di momen kemerdekaan. Jajang mengaku, sudah terbiasa menghadapi pembeli dengan berbagai karakter.

Bacaan Lainnya

Meskipun begitu, ia tak sampai ambil hati. Kadang, dagangan Jajang ditawar berlebihan, dibujuk bahkan sampai diomongi kasar oleh pembeli.

Hal itu menurut Jajang adalah risiko yang harus ditanggung ketika berjualan di pinggir jalan. Jajang tak mau menyebut identitas orangnya, pikir Jajang, yang penting antara pembeli dan pedagang sama-sama nyaman dan ada kesepakatan.

“Namanya pembeli ada yang baik, ada yang kasar juga. Itu sudah biasa. Saya tak ambil hati, yang penting pembeli dan penjual ada kesepakatan,” kata Jajang ketika diwawancarai, Kamis 27 Juli 2023.

Baca :  Lolos Ajang Piala Soeratin U-17 Tingkat Nasional, Persiku Jr Dapat Dana Rp200 Juta dari Sponsor