KUDUS, ZONANEWS.ID – Ibu-ibu dengan memakai aksesoris kepala caping kalo antusias mengikuti acara flashmob menari bersama dalam rangka pra-pembukaan Kudus Fashion Week di Alun-alun Simpang Tujuh, Kamis sore, 19 September 2024.
Hadir pula di tengah-tengah keramaian itu, Penjabat (Pj) Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aini Hasan Chabibie, serta jajaran TP PKK Kecamatan, dan para tamu undangan lainnya.
Mereka menarikan dua lagu dengan sangat semangat, sembari memamerkan caping kalo yang mereka kenalan di kepala masing-masing. Flashmob caping kalo ini menyedot antusias masyarakat untuk ikut menari pula.
Ketua Panitia Kudus Fashion Week, Aris Magenta menyampaikan bahwa flashmob caping kalo ini diselenggarakan dalam rangka memeriah Hari Jadi Kota Kudus ke-475. Sekaligus mengenalkan caping kalo kepada masyarakat luas.
“Jadi kita wajibkan memang untuk para tamu undangan yang hadir agar memakai caping kalo, untuk memeriahkan flashmob menari bersama dalam rangka Kudus Fashion Week,” ujar Aris.
Dia menerangkan, alasannya memilih caping kalo sebagai “aktor utama” dalam Kudus Fashion Week, dikarenakan keprihatinnya melihat aksesoris kepala tradisional Kudus itu yang terancam punah. Terlebih bila tidak ada generasi penerus.
“Jadi biar tidak punah, kami mencopa untuk mempopulerkan caping kalo sebagai ornamen tradisional Kudus yang harus dilestarikan bersama,” ujarnya.
Di samping itu, Aris juga berkeinginan untuk memoles caping kalo dalam dunia fashion yang lebih modern. Melalui kegiatan semacam ini, Ia memulai dengan mengenalkan caping kalo agar masyarakat tahu keberadaan caping kalo.
“Saya 10 tahun berkecimpung di baju adat kudus, salah satu ornamen khas Kudus kan juga caping kalo. Harapan saya, saya bisa melestarikan caping kalo lewat dunia fashion,” tambahnya. ***
