KUDUS, ZONANEWS.ID – Sampah dan limbah akan menjadi satu pemicu timbulnya permasalahan yang pelik berbagai sektor kehidupan. Masyarakat perlu menumbuhkan kesadaran, untuk sedini mungkin mengelola sampah secara mandiri demi keberlangsungan kehidupan.
Mengelola sampah dapat menjadi salah satu alternatif solusi. Di Bank Sampah Muria Berseri, para perempuan yang kebanyakan seagai ibu rumah tangga itu bisa menyulap sampah menjadi emas, dan barang-barang kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi.
Bank Sampah Muria Berseri menjadi satu-satunya bank sampah yang menerapkan sistem menabung dalam bentuk emas. Bank sampah yang berdiri sejak tahun 2012 itu dapat menampung berbagai sampah jenis organik dan anorganik dan menyulapnya menjadi barang bernilai ekonomi.
Diana Kristiowati, Ketua Bank Sampah Muria Berseri mengatakan bank sampah ini berawal dari inisiasi warga dibantu Muria Indah Dinas Lingkungan Hidup Kudus yang peduli terhadap keberadaan sampah. Melalui program bank sampah tersebut, Diana ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya memilah dan mengelola sampah yang setiap hari bertambah.
“Kam ingin mengedukasi, menyadarkan masyarakat pentingnya memilah sampah, juga supaya bisa mengubah perilaku masyarakat yang dalam mengelola sampah,” katanya, Rabu (29/11/2023).
Salah satu keunggulan program bank sampah Muria Berseri ialah adanya kesempatan bagi nasabah untuk mengubah tabungannya menjadi emas. Setelah nasabah memilah dan menabung sampah ke bank sampah muria Berseri, hasil tabungannya akan ditukar menjadi emas, lewat bantuan pegadaian.
“Prinsip kami adalah memilah sampah menabung emas, jadi nasabah dapat menabung emas dengan sampah,” ungkapnya.
Diana menceritakan, sampah dari para nasabah akan disortir sesuai jenisnya. Kemudian sampah tersebut ditimbang dan diolah menjadi menjadi barang layak kreasi.
“Barang-barang yang layak dijual dan sebagian akan disetor ke Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF),” terang Diana.
Berkat kerjasama tersebut, ia merasa terbantu karena dapat mengelola sampah, mengurangi limbah sampah di Kudus dan menukarnya menjadi pupuk organik dan anorganik yang bisa dimanfaatkan para nasabah.
Tak hanya ditabung menjadi emas, Bank Sampah Muria Berseri juga mengelola sampah-sampah yang dikumpulkan menjadi barang kreasi dan barang layak jual. Berbagai kerajinan tangan dari tutup botol, botol minuman, sampah plastik disulap menjadi pernak-pernik yang cantik dengan berbagai bentuk.
“Ada bros, tempat minum, keranjang, vas bunga, tempat lampu, dan sebagainya. Pokoknya barang kreasi di sini terbuat dari sampah semua,” ujarnya.
Sejauh ini, sudah ada 354 nasabah yang menabung di Bank Sampah Muria Berseri. Nasabah tidak hanya berasal dari kompeks perumahan, melainkan dari berbagai desa hingga luar Kabupaten Kudus.
“Adapun untuk menabung sampah, dijadwalkan dua kali dalam seminggu, yaitu hari Rabu dan Minggu,” jelasnya.
Nasabah dapat melihat jumlah tabungannya dari buku tabungan yang dipegang nasabah ataupun melalui aplikasi si Tampan (Sistem Tabungan Sampah Andalan). Nasabah juga disediakan dua buku tabungan, yakni tabungan emas dan tabungan uang.
Lebih lanjut, Diana berharap Program Bank Sampah Muria Berseri dapat menjadi pusat atau rujukan bagi bank sampah lain dalam mengelola sampah.
Tak hanya itu, di unit bank sampah miliknya, para nasabah juga diedukasi terkait pemanfaatan sampah untuk pelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
“Karena di sini tidak hanya memilah sampah, tetapi juga mengelolanya menjadi barang bermutu seperti eco enzim, handycraft, pupuk, dan lain-lain. Artinya ada edukasi pelestarian lingkungan, mengurangi emisi karbon dan tentu dampak perubahan iklim,” terangnya.
“Jika ingin menabung di bank sampah kami juga mudah dan gratis, tinggal bawa fotokopi KTP dan sampah yang hendak ditabung,” bebernya lebih lanjut.
Dengan inovasi dan keunggulannya tersebut, Diana membeberkan bahwa Bank Sampah yang dikelolanya telah banyak meraih penghargaan lomba kelola bank sampah tingkat nasional.
“Lomba unit bank sampah, inovasi bank sampah, lomba video bank sampah dan lainnya,” pungkasnya.
Salah satu nasabah bank sampah, Mumun Hakim, warga Kudus, mengaku tertarik menabung di bank sampah tersebut. Selain merapikan sampah di rumahnya, juga bisa untuk tabungan tambahan baginya.
“Sampah-sampah di rumah yang berserakan, biar keliatan rapi, saya pilah di sini. Selain mendapat tambahan uang, lingkungan menjadi bersih dan rapi kalau sampah saya pilahi,” ujar Mumun usai menyetor tiga karung sampah ke petugas bank sampah Muria Berseri.
Diketahui, inovasi progam bank sampah Muria Berseri ini juga termasuk salah satu upaya dalam gerakan berbasis siap sadar lingkungan (Siap Darling). Siap Daring merupakan upaya digital movement yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam merawat lingkungan.
Melalui kolaborasi dan aksi lingkungan lewat online maupun offline, siap darling diharapkan menjadi gerakan bersama untuk mengurangi dampak krisis iklim dan melestarikan lingkungan, untuk keberlangsungan bumi lebih lestari.***
