Pembagunan JUT di Kudus Bikin Petani Sumringah, Mampu Angkut Hasil Tani Lebih Mudah dan Nyaman

Petani saat membawa hasil taninya melewati JUT Simpang Joyo yang terletak di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus pada Selasa, 9 Juli 2024. (NILA)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mengganggarkan pembangunan 8 jalan usaha tani (JUT) di sejumlah titik di Kota Kretek. Pembangunan JUT itu pun masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kudus tahun anggaran 2024, totalnya lebih dari Rp 1 miliar.

Kepala Dispertan Kudus, Didik Tri Prasetya merincikan, 8 JUT tersebut terletak di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, dan 2 titik di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo.

Kemudian Desa Kajar, Kecamatan Dawe, lalu Desa Kutuk dan Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, serta Desa Garung Kidul dan Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Bacaan Lainnya

Selain JUT, Dispertan juga mengganggarkan untuk kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) pada 2 titik lokasi di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, dan Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo.

“Spesifikasinya, baik JUT maupun RIJT menyesuaikan. Kalau untuk anggarannya, setiap satu unit di bawah Rp 200 juta,” ujar Didik saat meninjau pembangunan JUT blok Simpang Joyo, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Simpang Joyo di Desa Temulus pada Selasa, 9 Juli 2024.

Pembangunan JUT ini pun, ujar Didik akan kembali dilanjutkan pada tahun anggaran 2025. Setidaknya ada 10 titik lokasi yang diusulkan agar dibangun JUT di sejumlah wilayah di Kudus.

Dengan hadirnya JUT, Didik berharap dapat memperkecil biaya bagi petani pasca-panen. Sebab ada jalan yang nyaman dari lahan pertanian menuju jalan raya, bisa mengurangi biaya angkut.

“Yang biasanya hasil panen dibawa manual, kini bisa dibawa menggunakan mobil, jadi biaya pasca-panen bisa berkurang,” kata Didik melanjutkan.

Baca :  Pertama Kali, Kudus Bakal Punya Pasar Santri