Pemkab Kudus Ikut Berduka Cita Atas Meninggalnya Khayu Mutiara Purwati

Bupati Kudus saat melayat ke rumah duka Khayu Mutiara Purwati di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus pada Kamis, 8 Mei 2025. (Nila/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Khayu Mutiara Purwati adalah seorang Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal Feri KMP Muchlisa. Bertugas sebagai Mualim I atau Chief Officer kapal, perempuan berusia 22 tahun itu ditemukan meninggal dunia saat bekerja.

Diketahui pada Senin, 5 Mei 2025 sekitar pukul 15.00 WITA, kapal Feri KMP Muchlisa yang membawa 44 orang yang terdiri atas 21 ABK, termasuk Khayu Mutiara dan 23 penumpang tenggelam di Teluk Balikpapan sekitar 200 meter dari Pelabuhan Feri Penajam, Penajam Paser Utara (PPU).

Saat itu, sosok Khayu Mutiara yang merupakan warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus berupaya maksimal agar semua penumpang selamat terlebih dahulu.

Bacaan Lainnya

Namun nahas, Khayu Mutiara tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri dan akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Rabu, 7 Mei 2025 sekitar pukul 10.32 WITA oleh tim SAR gabungan di ruang dekat car deck kapal pada kedalaman 12 meter dengan kondisi tubuh utuh.

Selain Khayu, ada ABK Kapal Feri KMP Muchlisa lainnya yang juga ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, yakni Ilham Suharto warga Penajam Paser Utara.

Korban ditemukan meninggal pada Selasa, 6 Mei 2025 sekitar pukul 13.58 WITA oleh tim SAR gabungan di dalam ruang istirahat kelas ekonomi kapal pada kedalaman 12 meter. Sementara 19 ABK lainnya dan 23 penumpang dipastikan selamat.

Hari ini, Kamis, 8 Mei 2025 jenazah almarhumah Khayu Mutiara dijadwalkan sampai di rumah duka di Desa Menawan. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan sekitar pukul 15.00 WIB di pemakaman desa setempat.

Mengetahui adanya seorang ABK asal Kudus yang meninggal dunia saat bertugas, Bupati Kudus datang melayat ke rumah duka. Dari cerita keluarga, sebelum meninggal almarhumah berupaya menyelamatkan semua penumpang.

“Cerita keluarga, dia (almarhumah Khayu Mutiara) menyelamatkan penumpang terlebih dahulu, tapi dia meninggal sendiri,” ujar Bupati usai melayat.

“Ini patriotisme, semoga almarhumah mati syahid,” doa Bupati Samani melanjutkan.