Pemkab Kudus Kukuhkan Simantik, Menuju Bebas Jentik Nyamuk, Tuntaskan DBD

Pengukuhan Simantik di SD IT Umar Bin Khattab Kudus. (MIA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mengukuhkan Simantik atau akronim dari Siswa Pemantau Jentik nyamuk, bertempat di SD IT Umar Bin Khattab Kudus, Kamis, 4 April 2024.

Ada 9 siswa yang dikukuhkan secara simbolik oleh Penjabat (Pj) Bupati Kudus M Hasan Chabibie dan Ketua Timp Penggerak (TP) Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kudus, Aini Hasam Chabibie. 9 siswa tersebut mewakili 9 sekolah di 9 korwil kecamatan yang ada di Kudus.

Selain siswa, pada kesempatan tersebut juga dikukuhkan 5 Duta Jumantik dari kalangan mahasiswa dari 5 perguruan tinggi yang ada di Kudus. Mereka akan menjadi etalase berjalan untuk penyebaran edukasi pemantauan jumantik di kampus dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pj Bupati Kudus M Hasan Chabibie dalam sambutannya menyampaikan, pengukuhan Simantik ini sebagai respon atas terjadinya lonjakan kasus demam berdarah (DB) yang terjadi beberapa waktu lalu. Simantik diharapkan bisa menjadi upaya pemberantasan jentik di sekolah.

“Kita lihat kemarin di ruamh sakit huniannya juga penuh, dan sebagian besar pasien DB. Terlebih rata-rata pasiennya itu usia 6 sampai 14 tahun atau adik adik kita di sekolah,” katanya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya menilai penting untuk pencanangan Simantik ini. Supaya siswa yang telah diberikan edukasi untuk memantau jentik tidak hanya teraplikasikan di sekolah, namun juga dibiasakan di rumah maupun lingkungan masyarakat masing-masing.

“Semoga Simantik dan Duta Jumantik ini bisa menjadi etalase berjalan, agar upaya pemberantasan jentik nyamuk dan kasus DB di Kudus bisa maksimal,” tandasnya.

Baca :  Terpasang di Halaman Pribadi, Baliho Caleg Memuat Unsur Kampanye Hanya Ditutup Pakai Isolasi

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) DKK Kudus, Sugiarto menambahkan bahwa kasus DB yang terjadi sejak Januari hingga Maret 2024 ini, tercatat sebanyak 58 kasus. Sejauh ini, belum ditemukan kasus meninggal dunia karena penyakit DB.

“Kalau tahun kemarin (tahun 2023) ada 382 kasus DB dengan 2 kasus meninggal dunia. Semoga tahun ini tidak ada kasus meninggal dunia,” katanya.

Ia menekankan, tugas yang diemban oleh Simantik ini nantinya akan memastikan kondisi lingkungan sekolah bebas dari jentik nyamuk. Tentunya dengan melakukan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3 plus.

“Semua siswa adalah Simantik, jadi harapannya semua siswa bisa sama sama memantau kondisi jentik nyamuk di lingkungan sekolahnya masing-masing,” tukasnya. ***