Penampilan Tarian Anoman, Cara Kreatif SMP 1 Jati Kudus Beri Sanksi Siswa ‘Superactive’

Tarian Anoman, persembahan dari SMP Negeri 1 Jati, Kudus. (MIA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Siswa ‘superactive’ di SMP Negeri 1 Jati, Kabupaten Kudus sukses menampilkan tarian anoman di hadapan Penjabat (Pj) Bupati Kudus, M Hasan Chabibie usai pelaksanaan upacara bendera di sekolah setempat pada Senin, 22 April 2024 kemarin.

Puluhan siswa tersebut mendapatkan sanksi oleh sekolah setempat atas perilakunya masing-masing yang melanggar aturan sekolah, seperti bolos hingga memanjat pagar di jam-jam pelajaran. Alih-alih diberi hukuman, mereka justru diarahkan untuk belajar tari.

Tarian anoman ini sukses ditampilkan oleh para siswa, lengkap dengan kostum dari tokoh protagonis dalam cerita Ramayana itu. Mereka menari dengan penuh semangat, dengan iringan lagu yang diputar dari speaker sekolah, dan berhasil mendapat apresiasi dari Pj Bupati.

Bacaan Lainnya

Pj Bupati Kudus, M Hasan Chabibie menyampaikan bahwa penampilan siswa SMP Negeri 1 Jati ini merupakan bentuk kejelian dari para guru untuk mengarahkan siswa ‘superactive’ ke arah yang positif. Terlebih, bisa membuahkan tarian yang kreatif seperti yang telah ditampilkan.

“Jadi setiap anak itu memiliki keistimewaan yang berbeda tapi kita ga bisa men-justifikasi semua dalam situasi sama rata. Kadang anak yang kelebihan energi memang tinggal diarahkan saja ke bapak ibu gurunya seperti apa,” katanya memuji.

Pihaknya pun berharap, sekolah lainnya bisa mencontoh SMP Negeri 1 Jati, yang lebih memilih memberikan hukuman dalam bentuk penyaluran bakat, dibanding memberikan hukuman dalam bentuk setrap.

“Kebetulan di sini projeknya untuk anak yang hyperaktif diarahkan ke aktivitas menari, kita sama-sama lihat instrumen positif yang kemudian mengembangkan adik kita di bakat yang mereka miliki,” ujarnya.

Baca :  Dekati Akhir Masa Jabatan, Bupati Kudus Kejar Penyerapan Anggaran

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Jati, Sumaryatun membeberkan bahwa tarian anoman yang ditampilkan merupakan kreasi dari para siswa sendiri. Mereka dinilai sangat antusias ketika kedatangan Pj Bupati Kudus untuk melihat penampilan mereka.

“Jadinya ya sampai kostum dan tarian mereka itu kreasi mereka sendiri,” tuturnya.

Sumaryatun juga mengungkapkan bahwa siswa superactive ini berasal dari berbagai kelas, mulai dari kelas 7 hingga 9. Mereka mendapat sanksi menari karena telah melanggar aturan sekolah seperti bolos di jam pelajaran dan memanjat pagar sekolah.

“Karena kita kan punya PIN yang dipakai anak-anak itu kan, jadi mereka mau jujur, melaporkan siswa yang superactive agar bisa kita tindaklanjuti,” tukasnya. ***