KUDUS, ZONANEWS.ID — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti mengatakan bahwa penanggulangan bencana di wilayah Kudus membutuhkan kolaborasi pentahelix.
Konsep pentahelix yang dimaksud adalah kolaborasi multi pihak yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi, masyarakat atau komunitas, media massa, serta pihak lainnya untuk mencapai tujuan yang sama.
Revli mengatakan, sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus menjadi langganan bencana alam setiap tahunnya. Terlebih saat musim penghujan, wilayah di Kecamatan Undaan seperti Desa Wonosoco sering terjadi banjir bandang.
Tidak hanya Wonosoco, wilayah Kecamatan Gebog dan Dawe menjadi langganan bencana longsor, begitupula wilayah Kecamatan Jati, Mejobo, dan Kaliwungu sering banjir saat musim penghujan.
“Sebab itu, penanggulangan bencana di Kudus itu harus dengan model pentahelix, karena ini juga berkaitan dengan pola pikir masyarakat,” ujar Revli yang juga merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kudus, Selasa, 9 Januari 2024.
