Proses Panjang Pembangunan SIHT Kudus, Disnaker Khawatir Tak Sesuai Jadwal

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati. (NILA)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus masih dalam proses. Dinas tenaga kerja, perindustrian, koperasi, dan UKM (Disnakerperinkop) Kudus dibuat khawatir bila pembangunan SIHT tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kepala Disnakerperinkop Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, pembangunan SIHT masih berproses terkait tanah. Beberapa waktu lalu, lokasi tanah SIHT telah dipasang tanda atau patok. Meskipun sudah bersertifikat, lokasi tetap harus diukur ulang oleh pihak Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Rini menjelaskan setelah pemasangan patok, pihak BPN mengambil foto lokasi untuk kemudian diproses menjadi peta bidang tanah yang direncanakan selesai besok. Untuk kemudian menghasilkan sertifikat baru peta bidang.

Bacaan Lainnya

Setelah itu, peta bidang tersebut didaftarkan ke Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP). Saat peta bidang tanah dinyatakan oke, baru terbitlah PTP yang kemudian dibawa ke Dinas PUPR. Di dinas PUPR, Program Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) berproses. Setelah semuanya selesai, dokumen PKKPR akan dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kabupaten Kudus.

Lahan yang digunakan untuk SIHT, dikatakan Rini merupakan lahan sawah yang dilindungi (LSD). Sehingga setelah PKKPR terbit, pihak Disnaker akan mengajukan permohonan ke ATR/BPN agar tanah bukan lagi dari LSD.

“Bila semua proses lancar, paling tidak sekitar satu setengah sampai dua bulan semuanya sudah selesai. Setelah LSD juga masih ada alih fungsi dari lahan pertanian ke lahan non pertanian,” kata Rini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 23 Mei 2023.

Dengan proses yang masih panjang tersebut, Rini dan jajaran Disnakerperinkop Kudus cukup khawatir bila semuanya tidak selesai sesuai jadwal yang diharapkan. Untuk itu, pihaknya dan tim terus mengawal agar pembangunan SIHT Kudus bisa segera terealisasi sesuai jadwal.

“Khawatir tetap ada, kami semua di dinas deg-degan. Tapi kami sudah menjadwalkan, kalau prosesnya lancar dan cepat, September kita bisa mulai pembangunan (SIHT),” sebut Rini.