Ratusan Orang Tertipu Program Kerja ke Korea, Total Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Puluhan orang yang merasa menjadi korban penipuan program kerja ke Korea mendatangi rumah yang diduga milik ibu HS di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus, Kamis, 23 November 2023 sore. (NILA)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Ratusan orang merasa tertipu dengan lembaga penyedia tenaga kerja yang memberikan iming-iming bekerja di Korea dengan bekal kemampuan las. Ikut dalam salah satu penyedia tenaga kerja, sekitar 204 orang merasa tertipu dan dirugikan oleh penyalur tenaga kerja berinisial HS (34), mencapai Rp 4 miliar.

Budi Triman (37) warga Kabupaten Pati mengaku, ia dijanjikan kerja di Korea oleh HS dengan syarat memiliki sertifikat keahlian las yang diterbitkan dari lembaga yang bekerjasama dengan HS. Hanya dengan mengikuti pelatihan selama tiga bulan, ia bisa diberangkatkan ke Korea dan bisa bekerja di perusahaan otomotif besar di Korea.

Bahkan mereka juga dijanjikan mendapat penghasilan sekitar 2.000 won Korea atau sekitar 23 juta rupiah saat bisa bekerja di Korea.

Bacaan Lainnya

Namun setelah ditunggu hampir setahun, Budi bersama rekan-rekan lainnya tidak kunjung diberangkatkan ke Korea. Padahal saat mendaftar ke lembaga penyedia jasa tersebut, Budi bersama ratusan orang lainnya telah menyetorkan uang kepada HS puluhan juta rupiah.

Demi menagih uang yang telah disetorkan ke HS, Budi bersama puluhan orang yang merasa tertipu, mendatangi rumah yang dikatakan milik ibu dari HS, lokasinya berada di RT 1 RW 4 Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

“Setiap orang itu menyetorkan uang berbeda-beda, dari yang Rp 10 juta hingga Rp 50 juta. Jadi kerugian total kami ada sekitar Rp 4 miliar,” kata Budi saat ditemui di depan rumah orang tua HS di Kalirejo.

Dari pantauan zonanews.id di lokasi, terlihat rumah yang dikatakan milik ibu HS itu kosong dan tidak berpenghuni. Hanya ada satu motor yang terparkir di dalam rumah namun sudah berdebu. Lantai depan rumah tersebut juga kotor, ditambah meteran listrik yang terus berbunyi menandakan token listrik yang sudah habis dan perlu diisi ulang.

“Datang ke sini ternyata rumahnya kosong, infonya (keluarga HS) sudah pergi,” ucap Budi Triman.