KUDUS, ZONANEWS.ID — Puluhan sastrawan lintas generasi yang tergabung dalam Ligusty Poeziya binaan Lesbumi Kudus mendeklamasikan puisi dengan tema “Pahlawan, pahlawan yang tidak dikenal”, di lokasi bekas Gedung Wanita Ngasirah, Jalan Jenderal Sudirman, turut Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu, 29 November 2023.
Di sore selepas hujan itu, puluhan sastrawan itu berusaha menghadirkan sosok pahlawan dengan beragam diskripsi masing-masing melalui puisi.
Bahkan memilih lokasi bekas Gedung Wanita Ngasirah juga memiliki makna tersendiri bagi mereka. Setiap yang datang membaca puisi, mereka punya kenangannya masing-masing dengan gedung yang pernah berjaya tersebut.
Perempuan pegiat literasi dari Kudus, Sri Subekti Astadi menceritakan, gedung Wanita Ngasirah menjadi saksi wisudanya saat SMA pada tahun 1984.
“Gedung Ngasirah ini menjadi bagian sejarah dalam hidup kami yang diwisuda waktu itu, harapannya tempat ini lekas dibangun agar bisa lebih bermanfaat tidak seperti saat ini,” katanya.
Harapan tentang munculnya kembali gedung bersejarah seperti Gedung Wanita Ngasirah juga disampaikan Koordinator Ligusty Poeziya, Edi Buseng.
Memilih lokasi bekas gedung yang sudah runtuh tidak tersisa, dikatakannya sebagai bentuk keprihatinanya tentang ruang kreasi kesenian di Kudus.
