MALANG, ZONANEWS.ID — Dalam upaya meningkatkan kualitas pasar tradisional di Kudus, sejumlah kepala pasar dan pejabat daerah mengadakan kunjungan studi tiru ke Pasar Oro-Oro Dowo di Malang. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Pj Bupati Kudus dan Plt Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Andi Imam Santoso, untuk mengadopsi praktik terbaik dari pasar yang telah berhasil memenuhi standar nasional ini.
Pasar Oro-Oro Dowo dipilih karena memiliki fasilitas yang sangat memadai, seperti toilet bersih, tempat ibu menyusui, serta jaminan keamanan dan kenyamanan. Andi Imam Santoso menilai pentingnya contoh yang baik dalam pengelolaan pasar.
“Tata kelola parkir yang tertib dan pelayanan yang ramah dari pedagang dan petugas pasar di sini sangat patut dicontoh. Ini bisa diaplikasikan di pasar tradisional di Kudus untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung,” jelas Andi, Selasa 16 Juli 2024.
Kunjungan ini diharapkan memberikan inspirasi baru bagi para pejabat Kudus untuk mendorong modernisasi pasar tradisional. Dengan menerapkan praktik terbaik yang dipelajari, diharapkan pasar-pasar di Kudus dapat bertransformasi menjadi lebih modern dan nyaman.
Pasar Oro-Oro Dowo telah dikenal sebagai pasar yang berhasil modernisasi tanpa kehilangan ciri khasnya. Manajemen yang baik dan fasilitas lengkap menjadikannya contoh sukses bagi pasar tradisional lainnya di Indonesia.
Andi Imam Santoso juga menekankan pentingnya mengimplementasikan konsep yang diperoleh dari kunjungan ini pada Pasar Jember sebagai proyek percontohan.
