KUDUS, ZONANEWS.ID – Tanggul Sungai Wulan yang berada di pinggiran jembatan Tanggulangin Kudus retak sekitar 10 meter. Dari pantauan zonanews.id di lokasi, retakan tanggul cukup parah. Patahan menganga memperlihatkan batu yang digunakan untuk membuat tanggul.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Bupati Kudus HM Hartopo bersama Ketua DPRD Kudus Masan beserta rombongan datang meninjau lokasi retakan tanggul. Dalam tinjauannya, Hartopo mendapati konstruksi tanggal hanya menggunakan batu yang ditumpuk dan direkatkan dengan campuran pasir dan semen. Tanpa adanya besi slup yang biasa digunakan untuk memperkokoh bangunan.
Hartopo dibuat kecewa dengan kontruksi yang menjadi tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Tengah tersebut. Bahwa BBWS dinilai Hartopo tidak maksimal dalam membangun tanggul sungai.
“Padahal pembangunan tanggul ini tahun 2021 lalu. Waktu ada bencana banjir tahun 2021, kita usul ke BBWS untuk dibangun tanggul. Sudah ditindaklanjuti, tapi seperti ini. Ini (menunjuk tanggul) hanya batu yang ditumpuk terus dibungkus semen,” kata Hartopo dengan nada kecewanya, Rabu, 2 November 2022.
Hartopo yang dikecewakan pun langsung menyiapkan skenario darurat. Bila BBWS tidak cepat tanggap, pihaknya akan memperbaiki tanggul tersebut dengan anggaran rutin milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus. Ditambah dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pura Grup yang berkantor tidak jauh dari Sungai Wulan.
“Lihat besok dari BBWS seperti apa. Kalau tidak ada tindakan, akan kita perbaiki besok,” tegas orang nomor satu di Kudus itu.
Lokasi tanggul di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus itu dikatakan Hartopo sangat perlu diperhatikan. Terlebih titik tanggul rawan adanya pergerakan tanah.
