Wisuda ke-29 UMKU : 442 Mahasiswa Diwisuda, Rektor Dorong Lulusan Jadi Generasi Trengginas

Prosesi Wisuda ke-29 dan Sumpah Profesi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) pada Rabu, 11 Juni 2025. (ZONANEWS.ID)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menyelenggarakan upacara wisuda ke-29 dan Sumpah Profesi pada Rabu, 11 Juni 2025. Bertempat di Crystal Building UMKU, sebanyak 442 mahasiswa dari berbagai program studi diwisuda hari ini.

Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto menyampaikan bahwa di tahun 2025 ini UMKU berencana menyelenggarakan upacara wisuda 2 periode, yakni di bulan Juni dan Oktober.

Keputusan itu diambil karena kampus ingin para mahasiswanya segera bekerja setelah selesai menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Bacaan Lainnya

“Alasan kedua, karena memang peluang kerja tiap hari berpacu terus, kalau tidak segera diwujudkan (mendaftar kerja) kasihan yang seharusnya wisuda jadi tidak bisa (daftar kerja),” terang Rektor usai prosesi wisuda siang ini.

Dr. Edy melanjutkan, ada sekitar 40 mahasiswa atau wisudawan yang sudah ditarik untuk bekerja di rumah sakit meski saat itu belum lulus atau belum wisuda.

“Sebelumnya ada beberapa rumah sakit yang menerima mahasiswa magang selama 3 bulan, ketika dinilai baik akan ditarik menjadi pegawai tetap,” katanya.

“Kemudian ada juga sebagian yang masuk PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) meski saat itu mendaftar menggunakan surat keterangan lulus (sebab belum wisuda),” lanjutnya.

Kepada para mahasiswa yang sudah diwisuda, Rektor juga berpesan bahwa lulusan UMKU sejalan dengan generasi trengginas yang sat-set. Yakni yang lincah dan terampil serta cepat.

“Wisudawan tidak boleh lupa, bahwa kalian adalah generasi trengginas yang tatag, teteg, tutug, tanggon, dan tanggap,” katanya.

Menurutnya Tatag berarti memiliki mental yang bagus dan sikap yang kuat. Lalu Teteg menandakan teguh dan konsisten tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan.

Tutug berartikan tuntas menyelesaikan tugas, dan Tanggon berartikan dapat diandalkan serta Tanggap yang bermakna mampu menilai dan menyikapi situasi dan kondisi dengan baik.

Retor Edy juga mendorong para lulusan UMKU untuk maksimal dalam berkarya. Menutip kata Imam Syafi’i, pihaknya menyampaikan bahwa ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk.

“Selamat berjuang di masyarakat, selamat bekerja keras, selamat berproses menapaki jejak-jejak kehidupan,” pesan Rektor.

Sementara itu, mewakili Majlis Dikti PP Muhammadiyah, dr. Joko Murdiyanto mengucapkan terima kasih pada Rektor dan civitas academica UMKU yang membawa UMKU menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.