DPRD Menyetujui Laporan Pertanggungjawaban APBD Kudus TA 2022

Rapat paripurna mengenai Laporan Badan Anggaran dilanjutkan Penandatanganan Rancangan Keputusan DPRD dan Berita Acara Persetujuan Bersama Bupati Kudus dan DPRD Kabupaten Kudus atas Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 yang diikuti anggota DPRD, Forkopimda, serta OPD Kabupaten Kudus, Selasa 18 Juli 2023. (NILA)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus menyetujui laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022 Pemerintah Kabupaten Kudus.

Dalam agenda rapat paripurna mengenai Laporan Badan Anggaran dilanjutkan Penandatanganan Rancangan Keputusan DPRD dan Berita Acara Persetujuan Bersama Bupati Kudus dan DPRD Kabupaten Kudus atas Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022, diketahui bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kudus tahun 2022 melampaui target.

Wakil DPRD Kudus Mukhasiron menyampaikan laporan badan anggaran terkait pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2022, diketahui bahwa PAD Kudus telah melampaui target yang ditetapkan sebesar 101,92 persen atau terealisasi sebesar Rp 2.078.759.801.863,40 dari targetnya sebesar Rp 2.039.641.707.439,00.

Bacaan Lainnya

“Melalui PAD telah terealisasi sebesar 103,23 persen yang terdiri dari pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi daerah, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah serta beberapa pendapatan PAD lainnya. Sedangkan untuk pendapatan transfer telah terealisasi sebesar 103,50 persen,” ungkap Mukhasiron dalam rapat paripurna, Selasa 18 Juli 2023.

Mukhasiron melanjutkan, belanja dan transfer daerah tahun 2022 telah teralisasi sebesar 86,48 persen atau sebesar Rp 2.231.500.773.692,00 dari total anggaran Rp 2.580.551.409.364,00.

“Melalui belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga hingga transfer ini terealisasi sebesar 86,48 persen. Sedangkan untuk pembiayaan daerah, penerimaannya terealisasi sebesar 100 persen, sedangkan pengeluaran pembiayaan yang dianggarkan terealisasi hanya 51,11 persen,” katanya.

Selain itu, untuk Surplus/Defisit Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 2.078.759.801.863,40 dibandingkan dengan Realiasi Belanja dan Transfer Daerah sebesar Rp 2.231.500.773.692,00 sehingga terdapat Defisit sebesar Rp152.740.971.828,00.

Baca :  Pelaku Penusukan Belum Ditangkap, Kasatreskrim : Tiap Kali Ada Ramai di Media Pelaku Lari