KUDUS, ZONANEWS.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus mendorong kepada seluruh madrasah agar menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi anak. Usai insiden yang terjadi di MTs NU Raden Umar Said (RUS)
Sebelumnya diberitakan, bahwa oknum guru di MTs NU RUS diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa. Insiden itu terjadi saat masuk waktu salat dzuhur berjamaah, dan para siswa gaduh dengan saling mendorong satu sama lain.
Salah satu guru yang berniat untuk melerai kegaduhan tersebut, diduga memukul leher siswa dan membuat siswa tersebut menangis. Alhasil orangtua siswa tersebut sempat marah, meskipun akhirnya perkara ini selesai dengan kekeluargaan.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kudus, Agus Siswanto mengaku telah mendapatkan laporan adanya insiden tersebut. Pihaknya menegaskan akan melakukan pembinaan dan pembimbingan terhadap madrasah tersebut.
“Kami berpesan kepada sekolahnya, pastikan anak kembali belajar dengan nyaman, psikisnya jangan sampai terganggu dengan berita ini, jadi tolong dikawal,” kata Agus, saat dimintai keterangan, Senin, 11 Agustus 1025.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa siswa tersebut telah kembali belajar dengan baik. Insiden yang terjadi telah diselesaikan dengan cara damai dan kekeluargaan, antara pihak orangtua siswa dengan MTs NU RUS.
Usai insiden ini, Agus pun menekankan kepada seluruh madrasah agar selalu mengedepankan prinsip tarbiyah atau pendidikan dalam setiap tindakan. Termasuk, bagaimana mendidik anak yang tidak patuh di madrasah.
“Tapi kalau tindakan yang diambil ada persepsi yang berbeda, ya harus dikomunikasikan dengan baik. Yang penting adalah komunikasi,” ucapnya.
Agus menegaskan bahwa tugas Kemenag adalah melakukan pembinaan dan pembimbingan bila terjadi insiden semacam ini. Jadi, pihaknya berharap madrasah selalu menjaga marwahnya sebagai tempat belajar yang aman bagi anak. ***
