PGRI Kudus: Wacana 5 Hari Sekolah untuk SD dan SMP Perlu Dikaji Ulang

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan. (ISTIMEWA)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus menyebut, wacana 5 hari sekolah bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) perlu dikaji ulang.

Hal ini menyusul dari banyaknya dampak yang akan muncul, bila wacana 5 hari sekolah tersebut jadi diterapkan di Khudus. Terutama, bagi pendidikan keagamaan yang biasanya dilangsungkan di Madrasah Diniyah (Madin).

Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan mengatakan, tenaga pendidik di Madin juga merupakan bagian di bawah naungan PGRI, termasuk dengan segala kegiatannya. Meskipun tidak tercatat sebagai anggota secara resmi.

Bacaan Lainnya

“Tapi secara sosial, kami juga bertanggungjawab terhadap semua guru di diniyah. Sehingga, kalau anak-anak diforsir 5 hari sekolah tentunya sampai sore, otomatis mengganggu jadwal Madin,” katanya, Sabtu, 30 September 2023.

Menurutnya, program 5 hari sekolah berangkat dari wilayah Jakarta, dengan kepadatanya, baik itu dari personalnya maupun lalu lintasnya. Sehingga, akan dirasa efektif bila pembelajaran sekolah dilakukan selama 5 hari saja.

Sedangkan bila diterapkan di Kabupaten Kudus, Ahadi menyebut bahwa program tersebut justru perlu untuk dikaji ulang. Ini mengingat budaya di Kudus yang juga menilai pentingnya pendidikan keagamaan di Madin.