Peran Media Massa Dibutuhkan dalam Penanggungalan Bencana di Kudus

Wartawan, relawan, hingga pegawai BPBD Kudus saat mengikuti pelatihan peran media massa dalam Pentaheliks penangulangan bencana di wilayah Kabupaten Kudus pada Rabu-Kamis, 3-4 Juli 2024. (ZONANEWS.ID)
KUDUS, ZONANEWS.ID — Peran media massa disebut sangat penting dalam penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Kudus. Terlebih dalam memberikan edukasi serta informasi dalam upaya mitigasi hingga saat terjadi kedaruratan.
Sebagai upaya meningkatkan peran media massa dalam penaggulangan bencana, puluhan awak media mengikuti pelatihan peran media massa dalam pentaheliks penanggulangan bencana di kabupaten setempat pada Rabu-Kamis, 3-4 Juli 2024.
Bertempat di Hotel @hom Kudus, kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus tersebut dibuka langsung oleh Sekda Kudus yang juga merupakan Eks Oficio Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Revlisianto Subekti.
Turut hadir pula dalam pembukaan kegiatan, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Mundir, anggota DPRD Kudus, Rochim Sutopo, dan Ketua PWI Kudus Saiful Annas.
Kemudian dua narasumber Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kudus Sri Wahyuni dan Noor Khoirudin jurnalis dari Kudus.
Dalam sambutannya, Revlisianto Subekti menjelaskan, peran media dalam hal penanggulangan bencana diharapkan tidak hanya ketika terjadi kedaruratan, tapi mulai dari mitigasi hingga memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan bencana dan lainnya.
“Sehingga peran media massa terkait kebencanaan itu menyeluruh, bukan hanya ketika terjadi kedaruratan saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa penyebab bencana di Kudus salah satunya karena sampah. Tidak hanya terpaku di Tempat Pembuangan AKhir (TPA), sampah juga perlu dilakukan pengelolaan lainnya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi zaman sekarang.
“Tapi nanti kami (Pemkab Kudus) juga akan tetap mengupayakan mengalokasikan anggaran dan lebih memaksimalkan penanganan sampah di TPA,” kata Revli.
Sementara Kalakhar BPBD Kabupaten Kudus Mundir, pelaksanaan Pelatihan Peran Media Massa dalam Pentaheliks PB ini mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
Menyusul kejadian bencana sering melanda di Kota Kretek yang memerlukan penanganan yang komprehensif, terpadu dan berkelanjutan.
“Kecepatan informasi dan data yang valid, adalah kunci utama karena dengan informasi yang cepat dan data yang valid akan dapat menentukan langkah dan tindakan yang lebih cepat dan terarah. Sehingga dapat meminimalisir jumlah korban dan terdampak, serta mempercepat penanganan warga,” kata Mundir.
Sambungnya, peran media dan keberadaan media center, serta personil yang menguasai pengelolaan data dan informasi sangatlah penting.
Sebab melalui merekalah informasi dapat cepat tersampaikan, baik ke masyarakat secara umum dan untuk pemerintah setempat secara khusus.
“Peran media dan keberadaan media center ini cukup berguna dalam hal menentukan arah kebijakan selanjutnya,” terangnya.
Mundir menambahkaan, Pelatihan Peran Media Massa dalam Pentaheliks Penanggulangan Bnecana yang diikuti 60 peserta kali ini digelar selama dua hari.
Selain di Kudus, kegiatan berlanjut di kantor BPBD Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta.
” Selain wartawan, peserta dalam pelatihan ini juga terdiri dari unsur relawan, dan pegawai BPBD Kabupaten Kudus,” pungkasnya.**
Baca :  Konsumsi LPG di Jateng dan DIY Naik 0,7 Persen selama Masa Libur Akhir Tahun 2023